Kelebihan dari windows selama ini terletak pada itemnya yang friendly karena banyak digunakan oleh para pengguna IT di seluruh dunia, dari kecil sejak mengenal komputer kita sudah dibiasakan dengan Windows, jika rusak kita juga bisa dengan mudah memperbaikinya karena banyak teknisi windows disekitar kita
Kelemahan Windows selama ini adalah karena ia mudah diserang virus, hal ini wajar karena ia banyak digunakan oleh para IT User jadi banyak orang sudah mengerti tentang bahasa programnya. Ia juga tidak bisa dikembangkan secara mandiri dan harus menunggu Microsoft, tidak ada source code-nya, disamping itu pula ia dikenal sebagai OS yang mudah hang walau juga dikenal mudah untuk memperbaikinya, hardware konflik adakalanya terjadi pada Windows karena ia bisa di injekkan pada komputer rakitan.
Macintosh selama ini mempunyai kelebihan dalam kinerja pembuatan design, musik, dan film. Tidak bisa dibayangkan bagaimana ribetnya jika kita melakukan semua itu lewat Windows. Macintosh hingga saat ini memang lebih banyak menunjuk pada tiga hal tersebut. Tapi selain itu MAC juga dikenal sebagai OS yang eye catching, tidak terjadi hardware konflik karena sudah satu paket dengan MAC OS, ia juga tidak rentan virus.
Kelemahannya karena keeksklusifan satu paketnya membuat kita harus mengeluarkan biaya banyak,padahal dirumah kita sudah memiliki komputer misalnya tentu kita harus membeli komputer lagi. Selain itu hampir sama dengan Linux, untuk menggunakan MAC kita juga harus belajar ekstra karena banyak system pengoperasian yang tidak umum bagi pengguna IT awam contohnya saya he..he.
pasal 28 d ayat 1
Pasal 28 D Ayat 1
“Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum”.
“Benarkah hukum hanya berlaku untuk orang miskin”?
Contoh kasus dari pasal tersebut.
Dalam kehidupan sehari – hari banyak penjahat kriminal dengan banyak tuduhan, seperti melarikan diri ketika masih dalam pemeriksaan, terbuktinya pelaku utama kasus KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), pelaku kasus buloggate atau kasus – kasus lainnya, divonis hanya belasan – belasan tahun. Bahkan pejabat Negara yang sudah divonis masih duduk disinggasananya hanya karena menunggu banding. Lain halnya dengan seorang pelaku maling sandal yang belum tentu sebagai pelaku utamanya, segera setelah hakim pengadilan negri menggetokan palunya, ia langsung masuk penjara. Meskipun menurut X seorang buruh pabrik bagian gudang, dalam hal ini sebagai terdakwa pencurian sandal tersebut, menyatakan dirinya tetap tak bersalah. Hal ini diungkapnya karena ia hanya memakai sandal jepit bolong yang saat itu ada ditempat ibadah, untuk mengambil air wudhu. Menurutnya sandal itu juga dipakai teman buruh lainnya yang hendak melakukan ibadah salat. Apa boleh buat, permohonan penangguhan yang diajukan ketika proses peradilan tengah berlangsung ditolak oleh majelis hakim, meskipun banyak saksi yang telah membelanya.
Coba anda bandingkan dengan kasus yang dihadapi oleh pejabat tinggi lainnya. Kalau pejabat yang dihukum, keluarganya masih bisa makan enak. Bahkan seberat apapun pelanggarannya, kemungkinannya masih dapat terbebas dari sanksi yang diberikan kepadanya. Tapi orang miskin yang hidupnya pas – pasan, keluarganya hanya bisa mencari makan.
Hukum seperti itu diibaratkan sebilah pisau bermata satu. Apabila ke bawah dimana pun akan mengiris karena tajam, sedangkan ke atas dia tidak bisa berbuat apa – apa karena tumpul. Perbedaan penerapan hukum antara orang besar dengan orang kecil, kaya dan miskin akan semakin mengurangi kepercayaan orang terhadap lembaga hukum di Indonesia yaitu pengadilan, kejaksaan, atau mahkamah agung.
Dimanakah letak keadilan hukum? Kasus seperti ini seolah –olah hukum dapat diperjual – belikan tidak ada perlakuan yang sama didepan hukum. Negara Indonesia harus lebih tegas lagi terhadap perlakuan hukum yang akan ditegakan di Negara in
